Jam Pelayanan Kesehatan : Senin - Minggu, 24 Jam

Berita

KASUS PERTAMA CACAR MONYET DITEMUKAN DIINDONESIA

/ 23 Agu 2022

Kementerian Kesehatan RI melaporkan temuan kasus pertama cacar monyet di Indonesia, Sabtu (20/8/2022), pada WNI pria berusia 27 tahun yang sempat melakukan perjalanan ke luar negeri. Diketahui, pasien tersebut kini dalam kondisi baik dan menjalani isoman di rumah

 Inilah fase gejala yang dialami pada penderita penyakit cacar monyet

1. Fase pertama dikenal fase prodromal atau fase menunjukan gejala

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Kemenkes RI, gejala awalnya antara lain :

a. Penderita akan mengalami demam disertai dengan sakit kepala

b. Nyeri otot

c. Sakit punggung

d. Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati)

e. Badan panas dingin

f. Kelelahan dan lemas

 2. Fase erupsi

Terjadi 1-3 hari setelah fase prodromal. Pada beberapa pasien terjadi waktu yang lebih lama dari 3 hari. Timbul ruam atau lesi pada kulit bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya hingga ke bagian genital (alat reproduksi).

 3. Fase bintik merah

selanjtnya ditandai  adanya bintik merah sepeeti cacar dan kulit melepuh yang berisi cairan bening atau nanah. Area kulit yang melepuh ini menjadi keras dan rontok dengan sendirinya.

 Gejala cacar monyet akan berlangsung selama 2-4 minggu sampai periode ruam kulit tersebut menghilang.

 Juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril, menjelaskan cacar monyet utamanya menular lewat kontak langsung dengan orang yang terjangkit. Misalnya dengan bersalaman, berpelukan, tidur bersama, hingga sentuhan dengan benda-benda yang terkontaminasi virus seperti selimut, handuk, dan lain-lain.

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox yang ditularkan pada manusia dari hewan sehingga ada beberpa pencegahan yang bisa kita lakukan, diantaranya:

1. Tetap menjaga protokol kesehatan 5 M Penerapan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang selama ini sudah dilakukan dapat mencegah penularan virus cacar monyet.

2. Hindari kontak dengan pasien Menimimalisir dan menghindari kontak dengan penderita, termasuk benda-benda yang berada di sekitar penderita, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.

3.  Tidak berbagi barang-barang pribadi Cara ini bisa dilakukan dengan memisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi. Pasien yang terkonfirmasi cacar monyet akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama tiga minggu untuk menghindari penularan melalui kontak fisik.

4. Menghindari kontak dengan hewan liar. Virus cacar monyet tidak hanya dapat menular dari manusia ke manusia, tetapi juga bisa dari hewan ke manusia. Penularan dari hewan ke manusia bisa melalui gigitan atau cakaran hewan. Oleh karena itu, hindari hewan-hewan liar yang berpotensi terinfeksi virus cacar monyet, seperti tupai, monyet, dan tikus.

5. Memasak daging dengan benar dan matang Kemenkes juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengomsumi daging yang dimasak dengan benar dan matang.(Dikutip dari artikel Arlinda, kompas.com).